Sedyatmono, Inovator Penemu Sistem Pondasi Cakar Ayam
Prof. Dr. Ir. Sedyatmo
adalah seorang insinyur hebat dari Indonesia. Beliau lahir di Karanganyar, Jawa
Tengah pada tahun 1909. Pada tahun 1961 ketika Prof. Dr. Ir.
Sedyatmo menjadi pejabat PLN harus mendirikan 7 menara listrik tegangan tinggi
di daerah rawa-rawa Ancol, Jakarta. Dengan susah payah, 2 menara berhasil
didirikan dengan sistem pondasi konvensional, sedangkan sisa 5 menara lagi
masih terbengkalai. Karena waktunya sangat mendesak, sedangkan sistem pondasi
konvensional sukar diterapkan di daerah
rawa maka Sedyatmo berpikir keras untuk mencari metode atau sistem baru yang
lebih efektif untuk membangun menara di atas tanah lembek dengan lebih cepat. Maka
lahirlah ide Sedyatmo berupa pondasi berserabut pipa beton yang menyangga
konstruksi menara listrik tegangan tinggi di atas pondasi yang terdiri dari
plat beton yang didukung oleh pipa-pipa beton di bawahnya. Dalam mendukung
beban bangunan, pelat buis beton dan tanah yang terkurung di dalam pondasi
bekerja sama, sehingga menciptakan suatu sistem komposit. Pipa dan plat melekat
secara monolit (bersatu), dan mencengkeram tanah lembek dengan kuat sehingga
menjadi pondasi dasar yang kokoh. Sistem pondasi cakar ayam sangat sederhana,
hingga cocok sekali diterapkan di daerah dimana peralatan modern dan tenaga
ahli sukar didapat. Oleh Sedyatmo, hasil
temuannya itu diberi nama Sistem Pondasi Cakar Ayam. Untuk daerah yang bertanah
lembek, pondasi cakar ayam tidak hanya cocok untuk mendirikan gedung, tapi juga
untuk membuat jalan dan landasan. Satu keuntungan lagi, sistem ini tidak
memerlukan sistem drainase dan
sambungan kembang susut. Banyak bangunan yang telah menggunakan sistem yang
diciptakan oleh Sedyatmo ini, antara lain ratusan menara PLN tegangan tinggi,
hanggar pesawat terbang di bandara Soekarno-Hatta, antara runway dan taxi way di
Bandar udara Soekarno-Hatta, jalan akses Pluit-Cengkareng, pabrik pupuk di
Surabaya, kolam renang dan tribune di
Samarinda, jalan tol Palembang-Indralaya, dan ratusan bangunan gedung
bertingkat di berbagai kota. Sistem pondasi cakar ayam ini telah pula dikenal
di banyak Negara. Pondasi Cakar Ayam memiliki hak paten dari 10 negara.
Leasson learned dari
cerita diatas ialah Sejak kecil beliau adalah anak yang kreatif dengan
menciptakan penemuan-penemuan kecilnya seperti membuat benang gelasan yang
berbobot, bahkan hingga menciptakan pabrik dari kotoran kerbau yang menjadi
bahan permainan bersama anak-anak desa sehari-hari. Sedyatmo merupakan orang
yang sangat kritis. Keterbukaannya mengembangkan beliau
menjadi orang yang kreatif. Meskipun sakarang banyak perkembangan dan penemuan
baru yang lebih canggih, tetapi penemuan
Sedyatmo masih tetap digunakan dan relevan. Prof. Dr. Ir. Sedyatmo sejak kecil
senang melakukan sesuatu yg belum pernah dicoba orang lain, sifat ini tidak
dimiliki sembarang orang. Ia sering dijuluki si kancil karena terkenal banyak
akalnya. Sedyatmo menekankan pada dua
kekuatan spiritual yaitu imajinasi dan
intelektual. Keduanya adalah merupakan
kekuatan rasional yang mutlak diperlukan oleh seorang pencipta.
Comments
Post a Comment