Goris Mustaqim: Mengajak Pemuda untuk Membangun Bangsa dari Desa melalui Asgar Muda
Kota semakin padat,
sementara desa semakin sepi. Banyak warga usia produktif yang meninggalkan desa
untuk mencari sumber penghidupan yang lebih baik di kota. Migrasi warga
produktif dari desa juga membuat keterbelakangan dan kemiskinan desa tak kunjung
tertangani. Pergolakan pemikiran tersebut membawa Goris Mustaqim, pemuda asli
Garut, sarjana Fakultas Teknik Sipil
Institut Teknologi Bandung, pada jawaban bahwa masalah kemiskinan dan ketertinggalan
desa salah satunya disebabkan karena pemuda daerah tidak kembali untuk berkarya
dan membangun kampung halamannya. Walau sudah memiliki perusahaan konsultan
bersama teman-teman alumni ITB di Jakarta, Goris memutuskan mengikuti panggilan hati dan turun tangan
membangun kampung halamannya. Ia yakin potensi Garut amat besar sehingga
rendahnya tingkat kesejahteraan masyarakat Kabupaten Garut tidak perlu terjadi. Jika pemuda terdidik kembali
untuk membangun desanya, perekonomian desa akan hidup dan lapangan pekerjaan
tersedia lebih banyak. Hal ini juga akan mencegah urbanisasi yang tidak perlu,
sekaligus memajukan desa dari keterbelakangannya. Dengan penuh keyakinan, pada
tahun 2007 ia menggagas Asgar Muda alias “Aseli Garut Muda” untuk menjadi
penggerak dan pemberdaya perekonomian di kampung halamannya. Bersama Asgar
Muda, Goris mengaktualisasikan komitmennya membangun Garut melalui tiga pilar
kegiatan atau fokus program. Tiga pilar kegiatan itu adalah di bidang pendidikan,
kewirausahaan pemuda dan pemberdayaan masyarakat melalui keuangan mikro.
Pemuda-pemudi yang tergabung di dalamnya bersemangat membangun Kabupaten Garut.
Dengan mengusung visi pembinaan dan aktualisasi pemuda untuk kesejahteraan
masyarakat Garut, Asgar Muda memiliki fokus agar kepemimpinan pemuda dapat
lebih berdampak dalam proses mengangkat bangsa dari keterpurukan menjadi sejahtera
dan bermartabat. Membangun pola pikir baru memang membutuhkan kesabaran tingkat
tinggi agar dapat mengerjakannya dengan konsisten. Berkat konsistensi, saat ini
mereka yang tergabung dalam Asgar Muda yakin bahwa pemuda merupakan calon
pemimpin masa depan yang akan meneruskan pembangunan Garut. (diolah dari buku
Wirausaha Sosial : Membangun Solusi Atas Permasalahan Sosial Secara Mandiri dan
Berkelanjutan)
Comments
Post a Comment